Sabtu, 01 September 2012

Orang-Orang Terkucil


Dari sudut-sudut mataku
mengalir butir air bening
kuhapus dengan rambut anakku
yang tidur dipeluk ibunya

Hari demi hari kulewati
usai sudah hukumanku
kuayun langkah kebebasan
kuhirup nafas kerinduan





Kini aku pulang
semoga dapat diterima
ingin kubuktikan maknanya bertobat

seperti impianku
akan kubangun kecerahan
kubaktikan sisa hidup untuk kebajikan

Namun ternyata apa yang kuterima
semburan ludah sumpah serapah

Dalam kegelapan mata ini
dukaku panas terbakar
apapun yang di depanku
rasanya ingin kuhempaskan

Betapa aku terluka
perjuanganku sia-sia
apakah orang sepertiku
harus terkucil selamanya

Ke manakah
harus kubuang kegetiran
langit yang kutatap pun
berpaling dariku

Di manakah
keluhanku akan didengar
semua jalan telah tertutup
buat namaku

Yang kupelajari dari buku suci
tak ada kata terlambat untuk bertobat
nyatanya jiwaku tetap terpidana
sesungguhnya aku telah mati
dalam hidup
(Ebiet G Ade)
Artikel Terkait

Artikel ini ditulis oleh : Unknown ~ Blogger Pasuruan

Muhammad Arif Taufiq Terimakasih sahabat telah membaca : Orang-Orang Terkucil. Anda bisa menyebarluaskan artikel ini, Asalkan meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya

:: Get this widget ! ::

Tidak ada komentar:

Posting Komentar