Minggu, 06 Januari 2013

Ebiet G Ade tak pernah bermimpi jadi legend

Siapa tak kenal penyanyi senior Ebiet G Ade? Nama dan lagunya banyak dikenal dan digemari penikmat musik. Kini, usianya tidak lagi muda. Karyanya dianggap telah melegenda. Namun dia tidak pernah bermimpi sebagai seorang legenda musik Indonesia.
"Oh tidak, saya tidak pernah berharap. Saya terjun sebagai penyanyi begitu saja. Saya masuk ke industri musik begitu saja. Tidak ada pretensi untuk populer, kalau populer itu bonus," ujar Ebiet saat ditemui di sela latihan konser Pagelaran Spektakuler Karya Anak Bangsa di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta, Selasa (20/11).
"Saya kira dan saya juga tidak memikirkan untuk mempertahankan popularitas. Biarkan saja Tuhan mengatur perjalanan hidup saya, jadi hari ini orang pasti menganggap orang yang layak ditampilkan ya syukur. Kalau tidak ya saya juga bersyukur. Saya sudah harus memikirkan hal lain yang barang kali lebih penting untuk saya dan keluarga," urainya.
Sejak dulu, diakui oleh Ebiet tidak pernah berniat untuk menjadi penyanyi. Semuanya mengalir begitu saja tanpa direncanakan. Awalnya berkarir menjadi seorang penyair, penulis, bahkan sempat ingin menjadi wartawan.
"Kalau dulu tidak ada reporter seperti adik-adik ini. Keinginan saya jadi penyair. Ternyata Tuhan menentukan lain yang sudah dipersiapkan untuk saya dan saya tidak bisa menolak. Saya pada akhirnya menikmati dan menghayati dengan syukur. Tiba-tiba saya mendapat kehormatan di suatu tempat yang tidak pernah saya bayangkan. Jadi saya sudah mendapatkan bonus dalam perjalanan hidup saya," pungkasnya.

Sumber: Kapanlagi.com

Album Ebiet G Ade - Isyu

Ebiet G. Ade - Isyu !

Judul Album : Isyu !
Artis : Ebiet G. Ade
Tahun Produksi : 1986
Music Director : Billy J. Budiarjo
Produser : Jackson Arief
Produksi : Jackson Records

Kolaborasi EBIET G. ADE dan BILLY J. BUDIARJO memang terbukti solid. Sejak album pertama Ebiet dirilis, Billy-lah yang ikut memberikan nyawa atas karya-karya Ebiet sehingga terdengar semakin kuat. Pada album ke 8, Ebiet sempat mempercayakan ADDIE MS menjadi music director, dan hasilnya juga tidak kalah keren, terbukti dengan diraihnya BASF AWARDS 1986 untuk album berjudul ZAMAN itu. Tapi, pada album berikutnya berjudul ISYU !, Ebiet kembali menggandeng Billy menjadi music director. Hanya saja, ada perubahan yang cukup mengagetkan pada pola aransemen. Biasanya album-album Ebiet sarat dengan aransemen megah berbalut orkestrasi, tapi di album ini Billy menghadirkan aransemen bergaya new wave. Lagu andalan ISYU malah terdengar sedikit ngerock, sehingga sedikit mengagetkan bagi mereka yang setia mengikuti langkah Ebiet dari awal. Meskipun album ini tidak seberhasil album-album awal, tapi beberapa hits dihasilkan dari album ini selain Isyu, yaitu ORANG ORANG TERKUCIL dan SELINGKUH. Sementara lagu CINTA SEBENING EMBUN baru menjadi hits ketika tahun 1995 dirilis ulang dengan aransemen baru. 

Track List
(semua lagu ciptaan Ebiet G. Ade)
1. ORANG ORANG TERKUCIL
2. SELINGKUH
3. CINTA SEBENING EMBUN
4. ISYU
5. OPERA TUKANG BECA
6. KESAKSIAN ANAK SAMPAH
7. POTRET ANAK HARAPAN
8. KITA HANYA BIDAK BIDAK CATUR
9. HEMAT CINTAMU
ISYU
Engkau pasti menuduhku
Telah bersekutu dengan setan
Menyangka apa yang kumiliki
Aku dapat dari dusta
Engkau mulai kasak-kusuk
Bergunjing kesana-sini
Melilitkan isyu di leherku
Mengipaskan suasana panas
Entah apa yang harus kujelaskan
Aku enggan bicara
Yang penting suara dalam jiwaku
Adalah kebenaran
Biarpun hanya Tuhan yang mendengar
Engkau pasti menduga-duga
Aku telan yang bukan milikku
Coba buka catatan di langit
Disana kusimpan kebenaran
Isyu.. isyu.. isyu..
Semua hanya isyu..

Siapakah Sosok Camelia dalam Syair Lagu Ebiet G Ade

Camelia, sebuah tembang cinta yang menjadi hits di akhir tahun 70an milik seorang penyanyi dengan nama asli abid Ghoffar, atau yang lebih dikenal dengan nama Ebiet G Ade. Penyanyi kelahiran Banjarnegara itu banyak menulis lagu dari kisah hidupnya yang berliku.

Perjalanan hidup Ebiet memang penuh dengan kerikil dan tebing curam, dimulai saat dirinya keluar dari sekolah pendidikan guru agama hingga merantau ke Jakarta untuk menggapai mimpinya menjadi seorang musisi. Selama hidup di Jakarta, kehidupannya jauh dari cukup, bahkan dirinya pernah menjadi tukang rehab bangunan yang pada waktu itu ditugasi untuk memasang instalasi listrik di rumah-rumah. Dan disitulah inspirasinya hadir, diantaranya lagu Camelia.

Ebiet berkata"Camelia itu betul-betul figur imajinatif, sosoknya tidak ada, tidak pernah ada orang yang namanya Camelia, Saya mendapatkan nama itu entah dari mana saya lupa." Kondisi Ebiet pada waktu itu tidak memungkinkan ia mencintai sosok wanita seperti Camelia yang digambarkan dengan begitu indahnya.
Pada akhirnya, lagu Camelia laku keras dipasaran, Ebiet G Ade menyambung inspirasinya dengan menghadirkan lagu Camelia II hingga IV, tapi kemudian menghentikan karena tak ingin dianggap sebagai pengeksploitasi seni, walau sang produser menginginkan untuk terus.